Hari Ini


Penjelasan Surat Tilang Warna Biru-Merah dan Denda Tilang

Update: 27 Maret 2013 at 23.51 Kategori: Artikel Menarik

Penjelasan Surat Tilang Warna Biru-Merah dan Denda Tilang - Sering berkendara dijalanan entah menggunakan motor atau mobil, pasti pernah mengalami ditilang atau sering lihat seseorang kena tilang. Ditilang Polisi bisa karena pengendara melakukan kesalahan/melanggar lalu lintas atau memang ada razia (operasi) dari pihak kepolisian lalu lintas.

Berhubung saya pernah terkena tilang dan penasaran dengan perbedaan Surat Tilang Warna Biru dan Merah, setelah googling dan menemukan artikel tentang penjelasan dibalik Surat Tilang Warna Biru-merah dan proses pembayaran denda tilang. Silahkan langsung dibaca aja..

Surat Tilang Warna Biru-Merah dan Denda Tilang

Surat Tilang atau Bukti Pelanggaran sebagai undangan di Pengadilan Negeri, yang diberikan Polisi lalu lintas kepada para pengendara bermotor yang melanggar lalu lintas, dengan tanda bukti penyitaan, seperti:
- SIM
- STNK
- STCK, dan
- Kendaraan bermotor

# Surat Tilang teriri dari 5 Lembar Warna, yaitu:

- Warna MERAH untuk pelangggar
- Warna BIRU juga untuk pelanggar
- Warna HIJAU untuk Pengadilan
- Warna KUNING untuk arsip Polisi
- Warna PUTIH untuk Kejaksaan

Stempel Polisi di Surat Tilang

# Ciri-Ciri Surat TILANG yang Sah:

- Selalu diberi stempel Kesatuan/POLSEK/Pos Polisi, sebagai bukti Surat Tilang tersebut (pojok kanan atas). dan
- Diberi stempel Staff untuk menandakan bahwa Tilang tersebut sah diketahui oleh atasannya (bagian bawah Surat Tilang).

Saat terjadi tilang atau kalo seorang pengendara bermotor terkena tilang, akan terjadi 4 hal berikut:

* Denda Titipan (Damai Ditempat)

Biasanya, saat sesesorang terkena Tilang menurut pihak Kepolisian diperbolehkan melakukan denda titipan. Si pelanggar tidak akan diberi Surat TILANG, dan barang bukti langsung dikembalikan, dan uang denda titipan ini tidak jelas masuk kantong mana.

* Surat Tilang Warna Merah

Dan kalo melakukan kesalahan atau melanggar tata tertib lalu lintas tapi tidak mengakui pelanggaran yang telah dilakukan, si pelanggar akan diberi "Surat Tilang Warna MERAH" oleh Polisi, dan akan menyelesaikan "Perkara Tilang di Pengadilan" sesuai tanggal yang ditentukan.

Surat Tilang Warna Merah dan Biru

* Surat Tilang Warna Merah dan Biru Sekaligus

Sangat jarang terjadi seseorang yang terkena Tilang diberi "Surat Tilang warna MERAH dan BIRU sekaligus". Kalo terjadi hal ini, ternyata si pelanggar tidak mau mengakui pelanggarannya dan tidak mau tandatangan, maka penyelesaiannya di "Pengadilan".
Si pelanggar dan Petugas Polisi yang menilang akan dipertemukan, dan Hakim yang memutuskan. Kalo diputuskan bersalah, maka uang denda yang diputuskan Hakim akan masuk ke "Kas Negara".

* Surat Tilang Warna Biru

Sedangkan kalo terkena Tilang diberi "Surat Tilang warna Biru", berarti si pelanggar mengakui pelanggaran yang telah dilakukan, dan akan menyelesaikan denda di Bank BRI. Tapi seringnya Polisi akan menulis "denda tertinggi" yang dikenakan oleh UU No. 22 Tahun 2009. Kadang proses tawar-menawar pun terjadi, biasanya Polisi akan menulis langsung dendanya, terendah Rp. 50.000.
Setelah membayar denda di Bank BRI, tanda bukti pembayaran dan Surat Tilang warna Biru diserahkan ke Polisi / Kesatuan yang menilang untuk pengambilan barang sitaan. Tapi apakah kamu percaya uang denda yang dibayar ke Bank BRI akan masuk ke Kas Negara?

# Proses Pembayaran di Bank BRI #

Setelah sampai di Bank BRI yang ditunjuk Polisi tersebut, pastinya si pelanggar akan bertanya kepada Petugas Bank tentang "tata cara pembayaran tilang" dan nomor rekening bank-nya. Lalu si pelanggar akan diberi Slip Tabungan Bank BRI beserta nomor rekening tabungannya oleh Petugas Bank.

- Mengapa Slip Tabungan biasa ?
- Mengapa juga hanya Nomor Rekening Tabungan biasa ?

Si pelanggar lalu lintas tersebut hanya diberi Slip Tabungan BRITAMA dengan Nomor Rekening BRITAMA atas nama "Pejabat Kepolisian Daerah" yang berwenang tentang lalu lintas, bukan dalam bentuk Giro atau nama Instansi Kepolisian.
Akhirnya si pelanggar lalu lintas mengikuti keadaan. Setelah bukti setoran uang dari Bank BRI diserahkan Petugas Polisi yang menilang untuk pengambilan barang sitaan, anehnya Surat Tilang Warna BIRU-pun diminta juga sama Polisi (atau penghilangan bukti?).

Menurut Petugas Polisi yang "Jujur", bahwa "Bukti Setor" dan "Surat Tilang warna Biru" itu akan dibawa ke atasan-nya untuk ditukarkan dengan "Komisi" sekitar 20% dari nilai denda yang telah dibayarkan, dan sisanya kemana?

Itulah penelusuran dan informasi tentang denda tilang, proses tilang, Surat Tilang warna Biru dan Merah menurut berbagai sumber dan pengalaman dilapangan. Kalo ada kesalahan / keliru, mohon tanggapannya. Disalin Arie Pinoci dari sumber hukum.kompasiana.com dan google.com. Baca juga Tips Agar Tidak Ditilang Polisi.
Buat sobat Blogger dan juga para Pengunjung yang mau COPAS, boleh aja kok. Tapi kalo gak keberatan harap cantumkan SUMBER atau Link Dofollow ke blog ini yaa.. Thanks

** Silahkan Berkomentar Sesuai Topik **
» Dilarang Komentar Sara atau Menghujat
» Dilarang Komentar Dengan Bahasa yang Tidak Sopan
» Dilarang Komentar atau nyebar IKLAN dalam bentuk apapun
» Dilarang Menyisipkan Link (nyepam) dalam bentuk apapun
» Karena akan Langsung saya Delete (HAPUS) !!!

6 Komentar untuk "Penjelasan Surat Tilang Warna Biru-Merah dan Denda Tilang"
IBNUmengatakan...
18 Agustus 2013 18.37

apes, kena tilang. udah ngaku salah dan minta surat tilang biru, eh malah didenda 500rb. pengalaman


Eny Loundrymengatakan...
28 Agustus 2013 19.50

Aq 125 ribu ..
masak SIM 75 Helm 50...


Anonimmengatakan...
14 September 2013 03.38

Prisca

Baru menyelesaikan masalah tilang di Pengadilan Negeri hari ini dengan hati yang panas.
Karena pernah baca untuk minta slip biru, kena 500rb. Sama dengan Sdr.Ibnu. Apakah Sdr.Ibnu mendapat bukti tanda terima sitaan dan keputusan Kejaksaan denda 500rb ?

Slip biru ternyata hanya membuka peluang bagi para oknum utk mengambil sisa denda yang seharusnya bisa kita ambil kembali dari BRI jika kita tidak menerima tanda terima sitaan dan keputusan Kejaksaan. Sebab sayapun awalnya di loket langsung mau diserahkan SIM yang ditahan saja. Karena tahu hak saya, maka saya tolak, minta hasil keputusan sidang. Malah di loket disebutkan jika slip biru berarti menerima denda max, jika tidak terima harus ikut sidang.
Waktu saya bilang, ya sudah saya ikut sidangnya. Dinyatakan sudah lewat jam Jumatan para Hakim sudah tidak ada, harus pagi. Kalau mau, Senin ke Kejaksaan minta jadwal ulang sidang, dapat tanggalnya baru sidang lagi. Semua permainan dan mempersulit saja karena sebelum menjalani, saya sudah search sana sini cari UU dan keterangan tata laksananya.

Sedangkan slip merah, yang jelas2 harus ikut sidang, tinggal ke loket dan bayar saja. Alasannya mereka sudah diputuskan sidangnya tanpa kehadiran. Sehingga denda lebih mahal dibanding yg ikut sidang.

Jadi buat mereka yang sudah terlanjur memegang slip biru sekarang, tidak perlu setor ke BRI. Langsung saja nanti ke loket minta hadiri sidang pada hari yang ditentukan, datang pagi2, nah coba kita lihat, dipersulit bagaimana lagi nanti. Sebab ke loket sudah langsung diminta slip biru harus ada slip bayar BRI. Langsung saja bilang, saya keberatan karena ga punya uang bayar segitu, jadi saya minta ikut sidang aja.


Kang Wahidmengatakan...
24 September 2013 23.52

Wah baru tahu,,,


Pinocimengatakan...
28 September 2013 18.43

@Ibnu: Ternyata kalo surat biru emang DENDA MAKSIMAL sob, jadi usahain jangan sampe ketilang yaa :)

@Eny: Itung2 amal deh sama pak POLISI :D

@Prisca:
Penjelasan dan pengalaman anda sangat BERARTI banget, dan memang kenyataannya seperti itu sih. Jadi serba-salah mau nerima surat yg mana, karna apapun warna surat-nya, denda tilang tetap tinggi, dikarenakan banyak oknum-oknum yg mengambil untung dari Tilangan,,
Intinya sih, jangan sampe ketilang, usahain bawa perlengkapan pengendara. Kalopun sampe ketilang (bener-bener salah), anggep aja amal dah... :D


Marwan Kandomengatakan...
25 Mei 2014 01.23

Kalo udah terlanjur terima slip biru gimana yaa...?


Poskan Komentar